ArticleID PicAddress Subject Date
{ArticleID}
{Header}
{Subject}

{Comment}

 {StringDate}
 
 
 
Mahdawiyah Dan Quran
 
KETIGA: AYAT AL-MUBAHALAH فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْاْ نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَ أَبْنَاءَكمُ‏ْ وَ نِسَاءَنَا وَ نِسَاءَكُمْ وَ أَنفُسَنَا وَ أَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتهَِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلىَ الْكَذِبِين‏ “Barangsiapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah dating ilmu (yang menyakinkan kamu) maka katakanlah (kepadanya) marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (Ali Imran: 61) Satu peristiwa sejarah yang direkodkan oleh ahli-ahli sejarah dan tafsir yang menjelaskan kepada umat tentang kemuliaan Ahl Bayt (Ali, Fatimah, Hasan, dan Husayn) dan kedudukan mereka serta menunjukkan keagungan dan kedudukan yang ulung di sisi Allah SWT. AHLUL BAYT DI DALAM AL-QUR’AN AL-KARIM Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber pemikiran, syariah dan nilai. Setiap yang dibawa oleh al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan dan kalam Allah yang Maha Suci, yang menggubal cara hidup dan menetapkan undang-undangnya. Setiap muslim mengetahui bahawa apa juga yang dibawa oleh al-Qur’an adalah syariah Allah dan risalah yang diwajibkan beramal dengannya dan berjalan menurut petunjuknya. Al-Qur’an menceritakan tentang Ahl al-Bayt dengan menggunakan uslub berikut: 1. Dengan terus terang menyebut nama mereka dengan menggunakan istilah yang digunakan al-Qur’an, adakala al-Qur'an menyebut mereka dengar nama Ahl a1-Bayt, sebagaimana dalam ayat “at-Tathir” dan kadang-kadang disebut dengan “al-Qurba” sepertimana dalam ayat “al-Mawaddah”. Dengan sebab itu turunnya beberapa ayat al-Qur’an yang dijelaskan oleh Sunnah Nabi dan diuraikan untuk umat pada ketika itu, serta diriwayatkan oleh ahli-ahli tafsir, perawi-perawi hadis dan ahli-ahli sejarah dalam kitab-kitab dan ensiklopedia mereka.
 
 
 
 
 
محمد رسول الله(ص)
 
(Bagian Terakhir) Gugatan Sdr. Ulil terhadap doktrin kemaksuman ini ternyata sama sekali tidak didukung oleh bukti apapun. Padahal, penggugat seharusnya mengajukan bukti untuk setiap gugatannya. Saya sendiri hanya akan menunjukkan 12 kelemahan gugatan ini, tanpa perlu mengajukan dalil baru sesuai prinsip necessitas probandi incumbit ei qui agit (keharusan mengajukan bukti berada pada pihak penggugat). Kado Maulid -Kritik atas Ulil Absar ihwal Kemaksuman Nabi saw Saya sering tidak habis pikir -atau malah sama sekali habis pikir- dengan pola sebagian orang mengambil kesimpulan. Terkadang saya sampai mencoba menelisik sisi-sisi perbedaan latarbelakang keluarga, pendidikan, literatur bacaan, ideologi, sikap hidup, pengalaman, pekerjaan dan sejenisnya. Tapi, saya tetap juga tidak bisa menemukan faktor yang membuat kita begitu berbeda dalam mengambil kesimpulan.
 
 
 
 
 
حكومت جهاني امام مهدي(عج)
 
Imam Mahdi kau selamatkan dia dari musuh-musuhnya dan mengangkatnya kembali kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan permohonan yang disampaikan kekasih-Mu, manusia pilihan-Mu, dan nabi-Mu Muhammad saw, kemudian Kau mengabulkannya dan menyelamatkannya dari Ahzab (kelompokkelompok orang kafir), menolongnya dari musuhmusuh- Mu. لْوَفَاِ _ j ِ m لْقُلُوْ ِ _ مِنَ u ِجْتِمَا ٍ _ للهُ لِطَاعَتِهِ عَلىَ _ فَّقَهُمُ _ َشْيَاعَنَا َ ( ََّ ( لَوْ _َ لْيُمْنُ بِلِقَائِنَا... _ بِالْعَهْدِ عَلَيْهِمْ لَمَا تَأَخَّرَ عَنْهُمُ Hendaknya Allah menjagamu dengan kedua mata-Nya yang tidak pernah tidur, ketika kamu menghadapi fitnah yang mencaci maki jiwa-jiwa suatu kaum yang menginginkan kebatilan dan penghancuran orang-orang yang berbuat kebatilan dan orangorang mukmin berusaha menghancurkannya, para pendosa merasa sedih dengan hal itu. Tanda gerakan kami dari pengotoran ini adalah sebuah peristiwa di Masjidil Haram yang agung dari noda orang-orang
 
 
 
 
 
سيره چهارده معصوم(ع)
 
Rahasia Do'a dan Gerakan Kebangkitan Imam Husain As Do'a Arafah Imam Husain As, kendatipun ia adalah suatu do'a dan munajat kepada Sang Penguasa Mutlak, akan tetapi di dalam baris bait-baitnya juga terkandung rahasia kebangkitan dan peperangan melawan penguasa kufur dan zalim. Beliau berkata, Tuhan! …Engkau mengarunia lutf dan ihsan kepadaku, lutf dan ihsan itu adalah Engkau sedemikian sabar dalam penciptaanku hingga priode gelap jahiliah lewat kemudian sistem Islami berdiri, barulah ketika itu Engkau mengadakanku di dunia dalam sistem pemerintahan Islami.[5] Yakni Imam Husain As bersyukur bahwa dia tidak diadakan di dunia dalam kondisi zaman jahiliah dan penguasaan orang-orang kafir, dimana jika beliau lahir sebelum pemerintahan Islami, beliau tidak akan dapat memperoleh nikmat Islam dan makrifat-makrifatnya yang dalam. Hubungan Antara Perang dan Irfan Perang fisabilillah serta gerakan amar makruf dan nahi munkar mempunyai prinsip-prinsip dan syarat-syarat tertentu dimana memperoleh mereka merupakan suatu kemestian dan menolak perkara-perkara yang merintangi mereka juga menjadi suatu kewajiban. Karena itu, dalam perang dan pergerakan di jalan hak, tidak hanya menuntut keikhlasan, akan tetapi juga menuntut makrifat (baca; irfan) terhadap derajat kedarurian peperangan dan kadar pengaruhnya bagi hidayah ummat manusia secara umum serta kadar pengaruhnya dalam memelihara akidah ummat Islam secara khusus.
 
 
 
 
 
اخبار شيعه
 
Identitas Al-Kitab Usaha dan upaya bapa-bapa suci yang dilakukan dalam membagi-bagikan Injil secara gratis ke berbagai negara dan khususnya di kalangan umat Muslimin dan generasi muda telah mengalami kemajuan. Di sini kita tidak akan membahas bagaimana bapa-bapa suci dan para penginjil telah dibolehkan dan mendapatkan izin untuk menunaikan tugas dan kegiatan mereka secara bebas. Juga tidak mengulas seberapa banyak yang dialokasikan oleh pemerintah kolonial Barat, atau penguasa apa yang menopang kegiatan misionaris bebas yang mereka lakukan. Agama Epistemologis Mengapa dewasa ini agama terlihat berjarak jauh dengan prilaku masyarakat penganutnya? Di negara-negara yang dihuni oleh komunitas yang ‘taat’ beragama, korupsi merajalela bahkan membudaya, ketidakdisiplinan menjadi ‘gaya hidup’ dan kriminalitas menjadi ‘menu utama’ bahkan yang sangat sadis.
 
 
 
 
 
پاسخ شبهات عليه شيعه
 
 
 
 
 
 
مباحث اجتماعي اسلام
 
Urgensi Membahas Politik Islam Oleh: Juliadi Solong Langkah awal memahami sejauh mana urgensi pembahasan politik Islam adalah dengan membuka kembali lembaran sejarah politik negara kita dan negara-negara muslim lainnya. Sebagaimana maklum, sepanjang sejarah manusia, sebagian dari rezim diktator, kaum arogan, dan pemburu-pemburu kekuasaan merupakan sumber segala finah dan propaganda di dunia ini, yang kemudian melahirkan penderitaan, kelaparan, dan kemiskinan di berbagai negara. Kekejaman dan penindasan ini terus merajalela di dunia modern dengan kemasan demokrasi dan pemberantasan terorisme dan ironisnya, lembaga hak Konsep Amar Makruf dan Nahi Munkar Peranan penting yang dimiliki oleh setiap muslim dalam menjaga dan menentukan nasib masyarakatnya, menerima tanggung jawab sosial dan menjadikan diri-diri setiap muslim sebagai penjaga sekaligus pengawas semua urusan yang terjadi dalam masyarakat, sudah dibahas dalam dalam fikih Islam yang kita kenal dengan amar makruf dan nahi munkar. Amar makruf dan nahi munkar ini dianggap sebagai sumber politik terpenting dalam Islam. Sebagaimana amar makruf dan nahi munkar merupakan salah satu pilar penting dan merupakan sebuah kewajiban dan sebuah keharusan dalam
 
 
 
 
 
نقد فرهنگ ها و تمدنها
 
Faktor-faktor Terbangunnya Pluralisme Sosial Setelah meluasnya wilayah hubungan antara masyarakat, khususnya setelah peperangan sengit antara agama-agama, mazhab-mazhab, dan firkah-firkah, baik itu perang salib antara kaum Muslimin dengan kaum Nasrani maupun peperangan antara pengikut mazhab-mazhab Kristen satu sama lain, dan dampak-dampak buruk yang ditinggalkan oleh peperangan ini, maka pemikiran ini menguat bahwa mesti agama-agama dan mazhab-mazhab lain secara resmi diterima dan berdamai dengan mereka serta berpikir tentang kemaslahatan masyarakat, karena itu mesti dibangun kesesuaian di antara mazhab-mazhab dan maktab-maktab yang bermacam-macam. Latar Belakang Historis Pluralisme Pandangan kejamakan dan keragaman (pluralisme) yang dinisbahkan kepada agama, merupakan suatu konsep yang dikonstruksi oleh para cendikiawan, pemikir, dan teolog barat yang dipengaruhi oleh suatu pandangan filsafat khusus untuk menjawab dan memecahkan sebagian masalah-masalah akidah dan keyakinan dan juga untuk memecahkan sebagian dari masalah-masalah kemasyarakatan yang muncul. Jadi pada dasarnya, pluralisme adalah suatu konsep yang terbangun dalam teologi Kristen. Karena itu, jika kita tidak mengetahui teologi Kristen dan perbedaan yang ada di antara firkah-firkah dalam agama ini, maka kita tidak akan dapat memahami secara benar pluralisme.
 
 
 
پورتالستاد بزرگداشت شهداي گمنامباشگاه خبرنگاران جوانصفحه شخصي حميدرضا غريب رضاشهداي روحانيرهبريانديشه جاويدمرکز فقهي ائمه اطهار (ع)نکونامپايگاه اطلاع رساني استاد حسين انصاريانصفحه شخصي دکتر عصام العمادمرکز خدمات حوزه هاي علميهموسسه گفتگوي دينيحضرت آيت الله گيلانيدفتر حضرت آيت الله العظمي حاج سيد محمد حسيني شاهرودي حضرت آيت الله حاج شيخ مجتبي تهرانينور معرفتاستاد علوي سرشکي صحيفه سجاديهنمايشگاه قرآن کريم قمحوزه علميه آل البيتآدينه فومنهدايتپايگاه اطلاع رساني حاج آقا صديقيانجمن هاي اسلامي دانش آموزانراه و رسم طلبگيمنارهپايگاه اطلاع رساني فرهنگ و ارتباطات ديني